Minggu, 03 November 2019

USAHA

Mereka hanya tak tahu.
Aku berlindung kepada Allah dari sifat ria dan takabur, izin kan aku menulis sedikit tentang perjalananku tidak spesial untuk kebanyakan orang. Tapi ini cukup berharga bagiku.

Ushbu'ul Qur'an. Nama dari acara tersebut. Diawali oleh sebuah kajian di SEBI hall, oleh kakak² dari Lipia.
"Mau ada lombanya. Tunggu aja infonya di ketua kelas masing-masing." kata mc dalam acara tersebut.
Selang beberapa hari , ketua kelas memberi tahu bahwa ada perlombaan antar kelas, satupersatu disebutkan.

Aku bukan termasuk orang yang banyak bicara saat berada di kelas.
Aku juga belum terlalu dekat dengan mereka.
Sehingga saat sang ketua kelas dengan semangatnya menanyakan siapa saja yang akan maju jadi duta kelas kebanggaannya aku seperti biasa dengan kalemnya duduk di kursi tanpa sepatah duapatah katapun.
Jadi ingat Salahsatu quotes nurhadi-aldo.
"Kalau orang lain bisa, mengapa harus kita..?"
Geli memang, tapi itulah aku kala itu. Aku yang tak ingin terlihat oleh siapa-siapa.
Aku yang sudah bosan berada didepan layar, aku yang hanya ingin ketenangan.

Salahkah ?

Aku rasa tidak.

Tapi pantaskah ?

Nah, aku tak tahu. 😁

Saat aku sibuk dengan diamku, tiba-tiba Salahsatu temanku bilang.
"Teh Didah ya..?"
"Eh, apa?"
"Tahfizh yang dua juz.."
"Emang gaada yang mau..?"
"Teh Didah mau ga..?"
"Boleh lah.. Kalau gaada yang mau mah." kataku.


Akhirnya aku terpilih.
Atau dipilih ya?
Atau sama aja ?

Setelah itu, aku benar-benar resah, semacam terbebani, ya ini aku.
Aku tak terbiasa santai saat orang lain memberiku kepercayaan, aku tak biasa tenang saat orang lain bilang bahwa aku bisa.
aku tidak boleh mengecewakan. Jangan sampai.
Tapi di mata mereka...
Aku terlihat santai, ktanya.
Terlihat tenang, bilangnya.

Sejak saat itu aku yang tidak fokus murojaah juz belakang dengan segera mengulang hafalanku, terutama yang akan dilombakan.
Aku memang sudah sangat handal menjadi mentor lomba tahfizh sebelum berada disini, aku sudah terbiasa melatih para juara untuk lomba tahfizh, aku sampai membuat titik sendiri mana saja ayat yang hampir sama, ayat² yang tercium akan menjadi soal, dan hasilnya cukup memuaskan.
Tapi, yang menjadi permasalahan aku tak pernah mengikuti lomba tahfizh selama SMP-SMA . Belum pernah. Sekalipun.
Lucu memang. 😂

Aku sengaja mengurangi jatah Tilawahku hanya untuk murojaah yang lebih maksimal.
Aku bangun lebih awal agar bisa lebih maksimal lagi.
Aku pergi ke mesjid parung dari pagi-sore di hari kamis itu karena kurasa aku butuh tempat yang tepat. Tak apa ongkos kukeluarkan.
Akupun mundur dari edt desain, karena aku tau aku akan lomba dihari yang sama dengan seleksi edt.
Aku menolak ajakan temanku untuk jalan hanya demi hafalanku.
Bahkan, jatah libur bulannan ku jumat-sabtu-ahad yang sudah kususun untuk bersenang-senang bersama keluarga di bekasi ku batalkan karena seninnya itu lomba dilaksanakan.
Akupun membatalkan untuk hadir di wisuda Salahsatu teman sma.
Hanya untuk murojaah.
Aku merekam suaraku sendiri per-ayat untuk kujadikan soal untuk diriku sendiri.
Atau, aku meminta temanku yang di tasik untuk mengirimkan vn ayat secara acak yang nantinya kulanjutkan agar hafalanku lebih mantap.

Karena aku harus berikan yang terbaik.
Tekadku.

Hingga akhirnya, senin. Di kelas Umar di babak penentu itu, aku dimaju di urutan awal.
Sebelum maju ke depan, aku ingat bahwa aku belum melihat perbedaan yang selalu menjadi kesalahanku di surat Al-lail.
Belum sempat aku cek, aku disuruh menguji peserta disebelahku, tak enak menolak. Akhirnya aku membantunya dengan memberinya beberapa pertanyaan. Sampai lah pada dipanggilnya namaku dan aku lupa belum menyempurnakan niatku tadi.

Lafadz Ta'awudz kebaca dengan lantang, agak gemetar juga. Tapi syukurlah... Orang bilang tidak terlihat gemetarnya.
3 soal. Usaha dan pengorbananku di minggu-minggu sebelumnya hanya ditentukan oleh 3 soal. Tidak cukup adil sebenarnya. Tapi memang begitulah ketentuannya.
Hingga muncul lah satu soal yang harus kulanjutkan.. Dengan menyebrang surat, dari surat assyams-al-lail..
Al-lail ???
Arghhh rasanya aku sangat kesal. Dan benar saja .. Salah di titik biasanya. 😣
Meski masih bisa ku koreksi sendiri dan tepuk tangan sangat meriah saat aku turun dari arena perlombaan tapi ku rasa aku tidak tampil dengan maksimal.
 aku meminta izin untuk keluar, meninggalkan tempat lomba.
Arghhh rasanya pengen kuulangi lagi, aku pulang ke kamar, dengan segera aku meminta maaf kepada teman-teman..
"Maaf ya kawan, kemampuanku hanya sampai disini."

Mereka berterimakasih padaku, malu rasanya.










Sabtu, 26 oktober 2019.
Pengumuman





Jumat, 01 November 2019

Sudah dua bulan di Depok. 
Sudah banyak pula cerita yang kurangkai disini, tentang mimpi, cita, persahabatan , keluarga bahkan asmara. 

Penghujung UTS semester 1
1 November 2019