Gathering kelas.
Beberapa hari lalu, setelah kita resmi berada di hari terakhir matkul terakhir di semester terakhir UAS, obrolan tentang Gathering itu baru dimulai.
Perangkat kelas mulai survei terkait Gathering terbaik ini.
Mau dua hari divilla kah?
Atau cukup di rumah salahsatu teman saja untuk pagi sampai sore
Hingga akhirnya, keputusan jatuh pada nginep di villa.
Sebenernya tidak ada masalah, yang kurang pas hanya waktunya saja. Siapa sih yang ingin melewatkan momen momen terakhir bersama teman-teman yang sudah menemani selama 7 semester.
Namun, ternyata ketidak tepatan waktu itu yang menjadi kan diri ini enggan untuk ikut.
Akan banyak sekali sesuatu yang terbengkalai jika benar-benar memaksakan ikut.
Dan rasanya, aku juga tidak masalah untuk memilih tidak ikut ini.
Sampai pada H-1 tiba-tiba sahabatku telpon, mengajak dan memaksaku untuk ikut. Aku? Masih belum menjawab.
Ditengah perbincangan kamu lewat telpon WhatsApp, salahseorang yang berpengaruh di kelas nelpon juga.
"Ikut lah dah..!! Kasian Nurii, gaada temennya."
Kusampaikanlah alasan-alasan yang logis padanya, yang kebetulan dia sedang bareng2 sama temen kelas yang lain di acara Riko.
"Terakhir an loh dah, masa iyaa 7 semester kita bareng tapi Gathering gaikut."
Eiyaa juga yaa, masa gaikut.
"yaudah, idah coba izin yaa."
********
Hari yang utama pun tiba. Ketua kelas membalas chat ku setelah akhirnya kutawarkan motorku untuk dipakai sebagai transportasi Gathering.
"teh, mau pinjem motor boleh ga..?"
Tentu saja boleh.
"Iyaaa byan boleeeh, kalau enak dipake silahkan pake..kalau gaenak gapapaa.. Coba aja dulu."
Akhirnya kamipun janjian, the park sawangan. Kasian juga kalau Abyan harus jauh-jauh kesini.
********'
"Hati-hati yaaa, salam buat temen-temen yang lain." kataku pada andi dan langgeng.
Mereka berdua yang jemput motor, karena ada miskomunikasi. Hahaha
********
Setelah mereka benar-benar pergi, mulai muncul pundi pundi penyesalan.
Bagaimana tidak, 7 semester bersama masa iyaa gaikut acara Terakhir an nya.
Meskipun beberapa kali ada saja hal yang membuatku bersyukur tidak jadi ikut.
Seperti adanya jadwal piket kantor pengasuhan yang tadinya aku benar-benar lupa. Ditambah obrolan ketua pengasuhan ketika aku bercerita kalau temenku lagi pada berangkat ke puncak untuk gathering, intinya, mending gausah ikut. Belum lagi, skripsi yang belum tuntas padahal sabtu harus udah bimbingan. Dan... Uang jajan yang ternyata sudah menipis sejak lama.
Namun lagi lagi, rasa nyesel gaikut tetap ada.
Sampai pada hari minggu, ketika aku memutuskan untuk datang ke asrama temenku yang ikut.
"Sini main ke tempatku, banyak yang mau kuceritakan." katanya.
Akhirnya setelah bimbingan dari ustadz Muammar, aku membeli kue untuk datang ke asramanya. Kebetulan dia juga ulang taun besoknya.
Kami bersua, banyak sekali cerita. Dia sih yang cerita, cerita Gathering. Sampai pada titik,,,
"Makasi loh yaa, aku gajadi nyesel gaikut Gathering."