Depok, 28 Oktober 2023
Hari ini menjadi hari yang sangat luar biasa
Tidak banyak interaksi, tapi sangat berbekas di hati.
Tidak pernah merayu, tapi
Pembawaannya tenang..
Tutur katanya menentramkan..
"Didah besok bisa..? " tanya ustadz Ihsan dihari kamis.
Memang, di Yakesma sebelum jam pulang, semua karyawan harus berkumpul di ruang tengah untuk doa sore dan kultum. Aku sempet ditawari menjadi petugas, beberapa kali. Dan semua itu, kutolak. Karena waktunya yang kurang pas.
Hari ini buku bakti sebi jadi.
Ko jadi banyak yang pengen disampein
Nuri gamasuk, soalnya ujian Tahfizh
Selasa, 16 Mei 2023
Seperti biasa, mendekati waktu pulang sembari menunggu doa bersama aku bergegas merapikan barang-barangku. Waktu maghrib yang bergeser lebih awal membuatku harus lebih cepat dan cekatan di jalan pulang. Karena Halaqah Tahfizh pun ikut bergeser, telat beberapa menit saja dari jam 5, bisa telat juga jamaah maghrib dan Halaqah tahfizh di pesantren.
Tadinya aku berniat untuk mengajukan diri pada pa Anggi agar jam masuk ku diawalkan saja setidaknya setengah jam dari temen-temen magang yang lain. Agar aku juga bisa pulang lebih awal. Alasannya sederhana, agar tidak terlambat Jamaah dan Halaqah tahfizh di pesantren, apalagi aku dapat jadwal imam Maghrib. Namun rencana itu kuurungkan, lagi dan lagi.
Mc membuka agenda penghujung hari itu di kantor. Selama agenda berlangsung, tidak seperti biasanya Nuri yang duduk tepat disampingku masih sibuk dengan kertas, pinter, dan hekter. Pun PIC nya, pa Anggi. Keduanya terlihat sibuk sampai doa berakhir. "Nuri bisa temenin saya selesaikan ini dulu ga..?" Tanya pa Anggi. "Bisa pa." jawabnya.
Karena waktu belum menunjukkan pukul 17.00, aku belum berani beranjak pergi dari kantor. Sampai Akhirnya ada kesalahpahaman "Didah, nungguin Nuri ya..? Sekalian saya minta tolong bisa ga." tanya pa Anggi. Nuri menatapku, dan aku faham maksud tatapannya. Namun menjawab 'tidak' pada orang lain masih menjadi hal yang cukup sulit bagiku.
Pulang Magang, 4 April 2023
Perjalanan pulang ini sedikit berbeda. Biasanya Earphone terpasang di telinga untuk mendengarkan lantunan ayat Qur'an sembari Murojaah, atau sekedar menikmati nasyid zaman dulu.
Intinya, Meminimalisir boring diperjalanan.
Perjalanan pulang ini sedikit berbeda. Sengaja kupelankan motor agar sampai ke tujuan saat langit malam mulai tampak. Kunikmati klakson dari sana sini saat lampu hijau sudah nyala tapi belum bisa melaju juga, manusia-manusia itu tidak sabar ingin bertemu anak, pasangan atau orangtua dirumahnya.
Perjalanan pulang ini sedikit berbeda. Aku yang biasanya terburu-buru, salip sana sini, berusaha secepat mungkin kulajukan motor agar segera sampai ke pesantren, hari itu kubiarkan orang orang berjalan lebih awal. Tidak ada sedikitpun obsesi untuk menyusul, apalagi memaksakan diri ke jalan sempit. Tidak. Semuanya berjalan sesuai alurnya saja. Tanpa kegelisahan, kekhawatiran..
Perjalanan pulang ini sedikit berbeda. Biasanya Earphone terpasang di telinga untuk menghindari kebisingan perjalanan. Telat tancap gas sedikit saja, klakson sudah rame sana sini. Belum lagi kemarahan dan gerutuan supir saat jalanan macet. Hari itu, sengaja kudengarkan semua suara yang tercipta dari para pejalan. Peluit tukang parkir, deru motor, klakson mobil, bahkan suara rem dan mesin motor yang mulai menua semuanya terdengar. 'Tidak Buruk'
29 Maret 2023
Setelah semua proses dilalui, akhirnya pada jam 10.33 WIB ka Mety dari Akademik menghubungi ku via WhatsApp mengirimkan Surat keterangan Lulus.
Ditengah pergelutan magang di Yakesma, banyaknya acara di pesantren, dan revisi-revisi yang harus segera diselesaikan.
Sedikit demi sedikit, Alhamdulillah tuntas juga.
Alhamdulillah, puji syukur tak hentinya kupanjatkan.
3,5 tahun yang singkat. Yaaa kadang terasa singkat, kadang juga terasa lama dan berat.
Atas doa, dukungan, dan bantuan dari semua pihak. Alhamdulillah tuntas.
Udah jauh-jauh pergi ke Latansa buat ngprint ternyata penuh banget.
Dan mikir 'kenapa ga print Sendiri aja ya, toh si abang nya juga maen print2 aja. "
Akhirnya setelah galau depan Latansa yang antriannya ga maju-maju.,, aku mutusin untuk pulang. Dan print Sendiri.
Meskipun ada drama printernya bergaris, pas di high quality printernya berbayang, pindah pake printer ms Niswah walopun malu kuga.
Yang tadinya ngejar jam set 4 selesai ternyata baru selesai jam 5. Itupun belom dijilid. Entahlah pilihan print Sendiri tuh tepat atau tidak. Yang jelas kalau harga emang lebih murah.
Alhamdulillah dosen dosennya mengerti. Masih bisa nyetorin besok walaupun libur. Hehe
H-4 Sidang
Setelah drama pendaftaran di tanggal 3 Februari karena terlambatnya pengisian nilai salahsatu dosen, para pendaftar lebih ke harap-harap cemas akan jadwal persidangan. Entah dibagian kapan ia sidang atau siapa yang mengujinya.
Sesekali cek ke sisfo siapa tau sudah ada jadwal yang keluar. Tapi masih sama. Belum ada yang berubah.
Sampai pada rabu sore, setelah aku membaca Qs. Waqiah berasama anak-anak di aula.
"Guys udh ada nama-nama pengujinya, bisa cek di sisfo" Kata upi di grup tugas akhir.
Padahal beberapa menit yang lalu gerah sangat, belum mandi dan baru datang dari luar sana lisna. Tapi mendengar itu mendadak panas dingin.
Ditambah, setelah bertanya ke temen tentang penguji yang kudapati,
"Detail banget loh dosen ini tuh."
Masyaallah, makin panik.
Tapi, yaa bisa apa. Kukabari keluarga, dan beberapa teman. Meminta doa agar diberikan kelancaran saat proses penyelesaian masa studi ini.
Ya Allah, aku memohon kemudahan, kekuatan, dan kesabaran darimu karena hanya engkau sebaik baik penolong.
Kamis, 9 Februari 2023
Hari ini, Bimbingan ke rumah ustadz Muammar lagi.
Aku datang paling awal, lagi-lagi. Bagiku disiplin adalah hal yang paling utama. Tak ada toleransi untuk keterlambatan. Kecuali hal-hal tak terduga ditengah perjalanan.
Aku sengaja tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Hanya duduk di motor yang kuparkirkan depan rumah ustadz. Sambil berharap ustadz melihat keberadaanku.
Dan betul,
"Mana yang lain..?"
"Masih diperjalanan ustadz."
"Ya sudah, tunggu dulu di mesjid ya. Ustadz ada perlu dulu keluar. Nanti kabari ustadz kalau udah lengkap."
"baik ustadz."
Sembari menunggu yang lain, pergilah aku mencari sesuatu yang bisa kumakan. Baso tusuk.
Kupastikan posisi teman-teman. Aku duduk duduk diteras mesjid. Chat ustadz masuk.
"sudah datang semua...?"
"belum ustadz."
Beberapa menit berselang, masuk lagi chat ustadz.
"ke rumah sekarang." panik lah aku. Kuhubungi teman-teman yang lain. Yufa langgeng Heru, kebetulan sudah berada di danau dekat mesjid sambil makan ketoprak.
"satu orang saja." tambah ustadz.
Dirumahnya, Kusampaikanlah perbaikan-perbaikan hasil revisi di bimbingan sebelumnya. Sesekali kami beradu argumen, demi meyakinkan hasil penelitian yang kususun.
"saya Acc, tapi ada tugas yang harus di selesaikan dulu. Pertama, saling koreksi antar teman, kedua, presentasi depan teman sekaligus tanya jawab, ketiga, bikin ppt ya."
Tanggal yang bikin lemes. Bagaimana tidak, tiba tiba saja sekretaris prodi mengumumkan kalau pendaftaran sidang terakhir di tanggal 3.
Kirain tanggal itu adalah tanggal pertama dibuka pendaftaran. Ternyata.
Dannn... Teman-teman ku yang lain juga menganggap sama.
Ditambah status temen-temen lain yang sudah mendapat acc dari dospem nya.
Aku juga udah selesai, tapi belum dapet acc.
Apalagi dospem satu lagi belum bisa dihubungi.
Gathering kelas.
Beberapa hari lalu, setelah kita resmi berada di hari terakhir matkul terakhir di semester terakhir UAS, obrolan tentang Gathering itu baru dimulai.
Perangkat kelas mulai survei terkait Gathering terbaik ini.
Mau dua hari divilla kah?
Atau cukup di rumah salahsatu teman saja untuk pagi sampai sore
Hingga akhirnya, keputusan jatuh pada nginep di villa.
Sebenernya tidak ada masalah, yang kurang pas hanya waktunya saja. Siapa sih yang ingin melewatkan momen momen terakhir bersama teman-teman yang sudah menemani selama 7 semester.
Namun, ternyata ketidak tepatan waktu itu yang menjadi kan diri ini enggan untuk ikut.
Akan banyak sekali sesuatu yang terbengkalai jika benar-benar memaksakan ikut.
Dan rasanya, aku juga tidak masalah untuk memilih tidak ikut ini.
Sampai pada H-1 tiba-tiba sahabatku telpon, mengajak dan memaksaku untuk ikut. Aku? Masih belum menjawab.
Ditengah perbincangan kamu lewat telpon WhatsApp, salahseorang yang berpengaruh di kelas nelpon juga.
"Ikut lah dah..!! Kasian Nurii, gaada temennya."
Kusampaikanlah alasan-alasan yang logis padanya, yang kebetulan dia sedang bareng2 sama temen kelas yang lain di acara Riko.
"Terakhir an loh dah, masa iyaa 7 semester kita bareng tapi Gathering gaikut."
Eiyaa juga yaa, masa gaikut.
"yaudah, idah coba izin yaa."
********
Hari yang utama pun tiba. Ketua kelas membalas chat ku setelah akhirnya kutawarkan motorku untuk dipakai sebagai transportasi Gathering.
"teh, mau pinjem motor boleh ga..?"
Tentu saja boleh.
"Iyaaa byan boleeeh, kalau enak dipake silahkan pake..kalau gaenak gapapaa.. Coba aja dulu."
Akhirnya kamipun janjian, the park sawangan. Kasian juga kalau Abyan harus jauh-jauh kesini.
********'
"Hati-hati yaaa, salam buat temen-temen yang lain." kataku pada andi dan langgeng.
Mereka berdua yang jemput motor, karena ada miskomunikasi. Hahaha
********
Setelah mereka benar-benar pergi, mulai muncul pundi pundi penyesalan.
Bagaimana tidak, 7 semester bersama masa iyaa gaikut acara Terakhir an nya.
Meskipun beberapa kali ada saja hal yang membuatku bersyukur tidak jadi ikut.
Seperti adanya jadwal piket kantor pengasuhan yang tadinya aku benar-benar lupa. Ditambah obrolan ketua pengasuhan ketika aku bercerita kalau temenku lagi pada berangkat ke puncak untuk gathering, intinya, mending gausah ikut. Belum lagi, skripsi yang belum tuntas padahal sabtu harus udah bimbingan. Dan... Uang jajan yang ternyata sudah menipis sejak lama.
Namun lagi lagi, rasa nyesel gaikut tetap ada.
Sampai pada hari minggu, ketika aku memutuskan untuk datang ke asrama temenku yang ikut.
"Sini main ke tempatku, banyak yang mau kuceritakan." katanya.
Akhirnya setelah bimbingan dari ustadz Muammar, aku membeli kue untuk datang ke asramanya. Kebetulan dia juga ulang taun besoknya.
Kami bersua, banyak sekali cerita. Dia sih yang cerita, cerita Gathering. Sampai pada titik,,,
"Makasi loh yaa, aku gajadi nyesel gaikut Gathering."
Udah lumayan lama ga nulis disini.
Hari ini, tiba-tiba inisiatif pengen chat salahsatu ade tingkat yang sama-sama dari Ciamis.
Sebenernya dari kemarin-kemarin, tapi karena selalu inget nya pas lewat jamal jadi skip.
"Assalamualaikum, ****, Udah ada pembekalan kah dari kampus buat penugasan liburan?"
Niat hati, chat gini sebagai bentuk peduli seorang kaka, khawatir ada kesulitan atau kendala. Siapa tau ada sedikit yang bisa dibantu.
Beberapa menit berlalu, masih belum ada jawaban. Padahal posisinya online. Dann fikiran ini memang sedang tidak bisa diajak pada sangkaan sangkaan baik.
"Ko ga dibales bales yaa."
"Ada salah apa yaa.."
Coba diinget-inget lagi.. Dan ternyata chat panjang sebelumnya pun masih belum dia bales.