Sudah lama tak menulis disini.
Banyak hal yang sudah kulalui. Aku yang masih awam akan ilmu-Ilmu ku ternyata sudah menjadi kating paling tua di kampus diluar kaka-kaka hebat yang sedang menyusun tugas akhirnya.
Aku yang banyak bercanda ya, ternyata udah semester enam aja.
Ngomongin belajar, pelajaran dan kesungguhanku dalam dunia pendidikan emang tiada habisnya. Aku yang merasa belum maksimal, belum memanfaatkan setiap waktu dan kesempatan masih sama. Segini adanya.
Kalau sedang sadar baru bertanya. Udah dapet apa selama ini..?
Seiring pergelutan di dunia perkuliahan, aku yang sedari dulu tak pernah mau diam sementara orang lain sibuk dengan proker² dan kegiatan. Aku yang selalu percaya diri dengan setiap langkah yang aku ayunkan. Aku yang selalu ingin menjadi subjek dari setiap kesibukan. Pun pada masa perkuliahan, rasanya organisasi adalah hal yang tak mungkin kulewatkan. Dimulai saat menjadi mahasiswa muda yang sibuk dengan beberapa kepanitiaan, volunteer sampai akhirnya memutuskan untuk bergabung dan bercapek-capek di lautan program kerja salahsatu organisasi mahasiswa.
Bergabung lagi di organisasi adalah salahsatu caraku untuk mengembalikan diriku yang hilang. Jalan yang kuambil dan kucita²kan sejak dulu didunia perkuliahan adalah "Menjadi manusia yang gak banyak bicara." setelah 6 tahun menjadi manusia paling depan. Namun ternyata aku harus mengambil semua resiko atas pilihan dalam hal yang kucita-citakan. Tidak punya banyak teman. Dikenal tak banyak bicara. Lebih banyak diem ya, diremehkan, bahkan mungkin dianggap tidak ada.
Sampai akhirnya, organisasi adalah tempatku berpulang pada diriku sebelumnya. Meskipun pada nyatanya tak seluruhnya kepercaya dirianku kembali, tak sepenuhnya kepandaianku dalam bicara didepan umum ada dalam diriku lagi. Tapi setidaknya, aku memiliki teman baik yang bisa menjembatani setiap pendapat-pertanyaan-keresahaan yang aku tak mampu sampaikan karena ketidakpercayadirianku. Yang terpenting adalah, dunia ku ada disana. Dalam hal tugas dan kesibukan, teman-teman yang baik, lingkungan yang kondusif, dan suasana serta tujuan utama yang Mulia.
Satu tahun yang luar biasa berlalu, luar biasaa karena kakak² yang baik, teman-teman yang baik, kegiatan yang baik, vibes yang sangaaattt baik. Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan kebaikan ² yang kami bangun dan kaka-kaka tanamkan di satu taun Pertama ku.
Tahun kedua dengan suasana yang agak berbeda pun berlalu. Sampai pada masa-masa akhir kepengurusan, dan persiapan regenerasiii. Karena memang tidak ada pilihan untuk melanjutkan lagi. Semuanya cukup. Memang peraturannya seperti itu.
Aku dan kawan-kawan yang sibuk mempersiapkan adik-adik agar benar-benar kuat dan layak untuk melanjutkan perjuangan dijalan dakwah dan mampu menciptakan lingkungan kebaikan seperti yang kaka² sebelumnya sudah lakukan. Tidak jauh berbeda dengan kaka² yang sama sama sibuk mempersiapkan agar ada yang mengambil peran dalam estafet perjuangan Organisasi yang lebih tinggi.
Majelis Musyawarah Mahasiswa.
Saat masih Maba, melihat luarbiasanya kakak MMM, wibawa nyaa dan aura² baik yang terpancar dari mereka.. aku dengan diam dan tak banyak bicara ya aku sangat terobsesi untuk ikut menjadi bagian dari MMM ini nanti saat sudah waktunya.
Namun sampai saat ini di detik-detik terakhir masa rekrutmen keanggotaan MMM aku masih kukuh dengan pendirian untuk tidak melanjutkan estafet perjuangan di MMM ini.
"Kenapa Didah..? Ada kesibukan diluar SEBI kah..?"
Tanya kaka² MMM yang membujukku setelah aku berusaha menolak.
Alasan..?
Aku tak pandai membuat alasan. Karena memang semua alasan-alasan yang mungkin sedari dulu kaka² katakan itu sudah bisa disanggah dengan pendapat-pendapat yang lebih relevan dan bisa dimengerti logika.
"Sibuk ngajar.."
"Sibuk bisnis.."
"Sibuk Kerja.."
"Mau Fokus diluar.."
"Mau Fokus Skripsi.."
"Nggak Pantes, biar yang aja."
.... KLISE...
Semua alasan diatas sudah dibuktikan kakak-kakak. Lulus tepat waktu. Nyambi sambil kerja. Ngajar juga oke. Bisnis jalan.
Tiba-tiba teringat saat Presbem periode sebelumnya yang sekarang masih menjabat di MMM berkata,
" Saat kamu ditanya, apa alasan kamu melanjutkan ke MMM, coba balik kan pertanyaan itu apakah ada alasan Untuk kamu berhenti dari perjalanan mu menuju MMM."
Masuk di logikaku. Sangat masuk. Tapi sejauh ini aku masih tidak bisa. Sebanyak apapun aku mencari alasan untuk tidak melanjutkan. Nihil. Akan ada bantahan-bantahan yang mungkin membuatku ragu untuk berhenti dan lambat laun berubah fikiran menuju melanjutkan perjuangan organisasi. Masuk MMM.
Tapi ada beberapa alasan yang sama sekali tidak bisa aku jelaskan. Dan aku tidak akan pernah tergoda - dan kalah dengan setiap bantahan untuk alasan yang aku punya. Sama sekali. Namun menyebutkan alasan tersebut sama sekali tidak akan membuat kaka² pembujuk faham maksudku. Bukan kesibukan didunia kerjaku, bukan kepadatan tugas dan perkuliahanku. Tapi apa yang ada dalam diriku.
Sejauh ini. Aku hanya mampu mendoakan semoga yang melanjutkan diberikan kekuatan, dilimpahkan kebaikan dan dimudahkan untuk menjalankan amanah. Sampai tuntas.
Jujur saja. Aku dan Jiwa organisasiku selalu berkata bahwa aku harus berada didalam ya, harus menjadi bagian darinya. Dari jalan dakwah dan jalan yang penuh akan berkah. Bukan Tak Ingin bukan tak mau. Tapi saya cukupkan dulu.
Wallahu A'lam
Udah nyebrang hari aja. Sampe benar-benar abis waktu oprek keanggotaan MMM.
Maaf yaa Ka Saebii, Ka Della, Ka Vitya.. Dan kaka² MMM lainnya.
Pamulang, 27-Mei-2022
01.07