Minggu, 21 Mei 2023

Terpaksa Lembur

Selasa, 16 Mei 2023 

Seperti biasa, mendekati waktu pulang sembari menunggu doa bersama aku bergegas merapikan barang-barangku. Waktu maghrib yang bergeser lebih awal membuatku harus lebih cepat dan cekatan di jalan pulang. Karena Halaqah Tahfizh pun ikut bergeser, telat beberapa menit saja dari jam 5, bisa telat juga jamaah maghrib dan Halaqah tahfizh di pesantren. 

Tadinya aku berniat untuk mengajukan diri pada pa Anggi agar jam masuk ku diawalkan saja setidaknya setengah jam dari temen-temen magang yang lain. Agar aku juga bisa pulang lebih awal. Alasannya sederhana, agar tidak terlambat Jamaah dan Halaqah tahfizh di pesantren, apalagi aku dapat jadwal imam Maghrib. Namun rencana itu kuurungkan, lagi dan lagi.

Mc membuka agenda penghujung hari itu di kantor. Selama agenda berlangsung, tidak seperti biasanya Nuri yang duduk tepat disampingku masih sibuk dengan kertas, pinter, dan hekter. Pun PIC nya, pa Anggi. Keduanya terlihat sibuk sampai doa berakhir. "Nuri bisa temenin saya selesaikan ini dulu ga..?" Tanya pa Anggi. "Bisa pa." jawabnya. 

Karena waktu belum menunjukkan pukul 17.00, aku belum berani beranjak pergi dari kantor. Sampai Akhirnya ada kesalahpahaman "Didah, nungguin Nuri ya..? Sekalian saya minta tolong bisa ga." tanya pa Anggi. Nuri menatapku, dan aku faham maksud tatapannya. Namun menjawab 'tidak' pada orang lain masih menjadi hal yang cukup sulit bagiku. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar